Tag: Layanan Kesehatan

Layanan Laboratorium dan Radiologi di Program JKN: Ketentuan Rujukan dan Jadwal

Layanan laboratorium dan radiologi merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,

khususnya bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kedua layanan ini membantu diagnosis,

Layanan Laboratorium dan Radiologi di Program JKN: Ketentuan Rujukan dan Jadwal

pemantauan penyakit, serta tindak lanjut terapi, sehingga pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif. Memahami ketentuan, prosedur rujukan, dan jadwal layanan akan membantu peserta BPJS memanfaatkan fasilitas kesehatan secara optimal.

Ketentuan Layanan Laboratorium dan Radiologi di JKN

Peserta BPJS Kesehatan berhak mendapatkan layanan laboratorium dan radiologi sesuai indikasi medis yang direkomendasikan dokter. Ketentuan umum meliputi:

Rawat Jalan dan Rawat Inap: Layanan dapat diakses baik saat pasien menjalani pemeriksaan rawat jalan maupun rawat inap.

Indikasi Medis: Pemeriksaan laboratorium atau radiologi hanya diberikan jika dokter menilai diperlukan untuk diagnosis, pemantauan, atau tindak lanjut pengobatan.

Fasilitas Kerja Sama BPJS: Layanan hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, baik di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit rujukan.

Biaya Ditanggung BPJS: Selama mengikuti prosedur rujukan dan ketentuan JKN, biaya pemeriksaan laboratorium dan radiologi ditanggung penuh oleh BPJS.

Beberapa layanan yang umum diberikan antara lain pemeriksaan darah lengkap, kimia klinik, urine, USG, X-Ray, CT Scan, dan MRI sesuai indikasi medis.

Prosedur Rujukan untuk Layanan Laboratorium dan Radiologi

Untuk mendapatkan layanan laboratorium atau radiologi melalui JKN, peserta BPJS harus mengikuti prosedur rujukan berjenjang:

Pemeriksaan Awal di FKTP: Peserta memulai pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (puskesmas, klinik, atau dokter praktik) yang bekerja sama dengan BPJS.

Surat Rujukan: Jika pemeriksaan lanjutan diperlukan, FKTP mengeluarkan surat rujukan resmi ke rumah sakit atau fasilitas yang memiliki laboratorium/radiologi lengkap.

Pelayanan di Fasilitas Rujukan: Pasien melakukan pemeriksaan laboratorium atau radiologi sesuai rekomendasi dokter. Hasil pemeriksaan akan digunakan untuk diagnosis dan rencana terapi.

Kontrol dan Evaluasi: Pasien kembali ke FKTP atau rumah sakit untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan dan menentukan langkah lanjutan.

Prosedur rujukan ini memastikan pemeriksaan dilakukan secara aman, tepat sasaran, dan sesuai standar medis nasional.

Jadwal Layanan Laboratorium dan Radiologi

Jadwal layanan laboratorium dan radiologi biasanya tergantung pada fasilitas kesehatan dan jenis pemeriksaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan peserta JKN:

Laboratorium: Banyak laboratorium beroperasi mulai pagi hingga sore, dengan jadwal tertentu untuk pemeriksaan rutin maupun khusus. Beberapa jenis pemeriksaan memerlukan puasa atau persiapan khusus.

Radiologi: Layanan radiologi seperti X-Ray dan USG biasanya tersedia sepanjang jam operasional rumah sakit, sedangkan CT Scan dan MRI bisa memiliki jadwal terbatas karena keterbatasan alat dan tenaga operator.

Reservasi: Untuk pemeriksaan tertentu, terutama CT Scan atau MRI, pasien disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan slot tersedia dan mengurangi waktu tunggu.

Memahami jadwal ini membantu peserta mengatur waktu pemeriksaan dan memaksimalkan penggunaan fasilitas BPJS.

Tips Memaksimalkan Layanan Laboratorium dan Radiologi BPJS

Agar pemeriksaan berjalan lancar, peserta disarankan:

Membawa kartu BPJS dan surat rujukan saat datang ke fasilitas kesehatan.

Menanyakan persiapan khusus untuk jenis pemeriksaan, seperti puasa atau persiapan obat.

Menyimpan hasil pemeriksaan untuk rujukan selanjutnya atau kontrol lanjutan.

Mengikuti jadwal kontrol yang direkomendasikan dokter untuk memastikan hasil pemeriksaan digunakan secara optimal dalam pengobatan.

Layanan Laboratorium dan Radiologi di Program JKN: Ketentuan Rujukan dan Jadwal

Dengan mengikuti ketentuan, prosedur rujukan, dan jadwal yang tepat, peserta JKN dapat memperoleh manfaat maksimal dari layanan laboratorium dan radiologi, mendukung diagnosis akurat dan penanganan penyakit yang efektif.

Rumah Sakit Rujukan di Semarang Lokasi dan Strategi Memilih Poli Sesuai Rujukan

Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah rumah sakit rujukan

Rumah Sakit Rujukan di Semarang Lokasi dan Strategi Memilih Poli Sesuai Rujukan

yang melayani berbagai kebutuhan medis masyarakat. Rumah sakit rujukan ini menjadi bagian penting dari sistem kesehatan berjenjang, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan. Memahami lokasi rumah sakit dan strategi memilih poli sesuai rujukan membantu pasien mendapatkan pelayanan yang tepat, cepat, dan efektif.

Pentingnya Rumah Sakit Rujukan

Rumah sakit rujukan adalah fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang menangani pasien dengan kasus medis yang tidak dapat diselesaikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik. Rumah sakit rujukan dilengkapi tenaga medis spesialis, fasilitas diagnostik modern, dan layanan rawat inap yang memadai.

Di Semarang, rumah sakit rujukan meliputi rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta berskala nasional, dan rumah sakit vertikal milik kementerian. Beberapa contoh rumah sakit rujukan di Semarang antara lain:

  • RSUP Dr. Kariadi Semarang: Rumah sakit rujukan nasional dengan layanan spesialistik lengkap.
  • RSUD Dr. Karyadi Semarang: Fokus pada pelayanan pasien rujukan BPJS dari kabupaten sekitar.
  • RS Premier Semarang: Rumah sakit swasta unggulan dengan fasilitas modern dan poli spesialis populer.
  • RS Hermina Semarang: Menyediakan layanan ibu dan anak serta poli umum bagi peserta BPJS.

Strategi Memilih Poli Sesuai Rujukan

Memilih poli yang tepat sesuai rujukan menjadi kunci agar pasien memperoleh layanan yang sesuai dengan kondisi medis dan menghindari kesalahan alur rujukan. Berikut strategi yang bisa diterapkan:

1. Pahami Jenis Poli yang Dibutuhkan

Setiap rumah sakit rujukan memiliki berbagai poli spesialis, seperti:

  • Poli Penyakit Dalam: Untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik.
  • Poli Bedah Umum dan Ortopedi: Untuk kasus trauma, cedera, atau tindakan bedah rutin.
  • Poli Kebidanan dan Kandungan: Untuk kehamilan risiko tinggi, persalinan, dan pemeriksaan rutin ibu hamil.
  • Poli Anak: Untuk imunisasi, pemeriksaan tumbuh kembang, dan penyakit anak.
  • Poli Kardiologi atau Neurologi: Untuk penyakit jantung, stroke, atau gangguan saraf.

Memilih poli yang sesuai rujukan meminimalkan waktu tunggu dan memastikan tindakan medis yang tepat.

2. Pastikan Surat Rujukan Lengkap

Peserta BPJS harus membawa surat rujukan dari FKTP atau rumah sakit sebelumnya. Surat ini berisi indikasi medis dan poli yang direkomendasikan. Tanpa surat rujukan yang lengkap, pasien BPJS mungkin tidak bisa mendapatkan layanan spesialistik yang diinginkan.

3. Periksa Jadwal dan Ketersediaan Poli

Beberapa poli di rumah sakit rujukan memiliki jadwal terbatas dan kapasitas pasien terbatas. Pasien disarankan mengecek jadwal poli terlebih dahulu, baik melalui website rumah sakit, layanan call center, atau aplikasi BPJS Kesehatan.

4. Pertimbangkan Fasilitas dan Lokasi

Memilih rumah sakit dengan fasilitas penunjang lengkap seperti laboratorium, radiologi, dan farmasi memudahkan proses diagnosis dan pengobatan. Selain itu, lokasi rumah sakit yang mudah dijangkau membantu mengurangi kelelahan pasien dan biaya transportasi.

5. Konsultasikan dengan Tenaga Medis

Sebelum datang ke poli, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis di FKTP mengenai poli yang paling sesuai dengan kondisi medis. Hal ini membantu memastikan alur rujukan berjalan lancar.

Rumah Sakit Rujukan di Semarang Lokasi dan Strategi Memilih Poli Sesuai Rujukan

Manfaat Memilih Poli Sesuai Rujukan

Dengan strategi yang tepat, pasien BPJS dan umum dapat:

Mendapatkan pelayanan spesialis yang tepat sesuai indikasi medis.

Mengurangi waktu tunggu di rumah sakit.

Memastikan biaya layanan ditanggung BPJS sesuai ketentuan JKN.

Meningkatkan efektivitas terapi dan tindak lanjut medis

Memahami lokasi rumah sakit rujukan di Semarang dan strategi memilih poli sesuai rujukan sangat penting agar layanan kesehatan berjalan aman, nyaman, dan efisien.

Program Kesehatan Jantung Nasional Skrining Hipertensi dan Rujukan Tepat Waktu

Penyakit jantung dan hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia.

Untuk menekan angka kejadian penyakit kardiovaskular, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Kesehatan Jantung Nasional.

Program Kesehatan Jantung Nasional Skrining Hipertensi dan Rujukan Tepat Waktu

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mendeteksi risiko sejak dini, dan memastikan pasien mendapatkan rujukan medis yang tepat dan cepat.

Pentingnya Skrining Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak selalu terasa, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan serangan jantung. Skrining hipertensi secara rutin menjadi langkah utama dalam pencegahan penyakit jantung.

Program Kesehatan Jantung Nasional menekankan skrining tekanan darah di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk:

Puskesmas dan Klinik Terdekat: Memudahkan masyarakat melakukan pemeriksaan rutin tanpa harus jauh ke rumah sakit besar.

Fasilitas Kesehatan Sekolah dan Perusahaan: Skrining massal untuk mendeteksi risiko pada kelompok usia produktif.

Program Mobile Health dan Posbindu PTM: Layanan keliling yang menjangkau daerah terpencil untuk mendeteksi hipertensi dan faktor risiko jantung.

Hasil skrining ini menjadi dasar untuk tindakan preventif, edukasi kesehatan, dan rujukan jika ditemukan indikasi hipertensi atau risiko penyakit jantung lainnya.

Alur Rujukan Tepat Waktu

Deteksi dini melalui skrining hipertensi tidak cukup jika pasien tidak mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Program Kesehatan Jantung Nasional menekankan alur rujukan berjenjang agar pasien mendapatkan layanan spesialistik sesuai kebutuhan:

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): Pasien menjalani pemeriksaan awal, edukasi kesehatan, dan pemantauan tekanan darah.

Rujukan ke Rumah Sakit Spesialis Jantung: Jika ditemukan hipertensi berat, gagal jantung, atau komplikasi lain, FKTP mengeluarkan surat rujukan resmi.

Penanganan Spesialistik: Rumah sakit melakukan pemeriksaan lanjutan seperti elektrokardiogram (EKG), echocardiografi, laboratorium darah, atau tindakan medis seperti terapi obat jantung atau intervensi bedah bila diperlukan.

Tindak Lanjut: Pasien kembali ke FKTP atau layanan rawat jalan untuk pemantauan rutin, penyesuaian terapi, dan edukasi berkelanjutan.

Rujukan tepat waktu menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius, meningkatkan efektivitas terapi, dan menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung.

Manfaat Program Kesehatan Jantung Nasional

Melalui skrining hipertensi dan sistem rujukan yang terstruktur, program ini memberikan manfaat signifikan:

Deteksi Dini: Hipertensi dan faktor risiko jantung lainnya dapat diketahui sejak awal.

Tindakan Preventif: Pasien dapat menerima edukasi, perubahan gaya hidup, dan terapi medis sesuai kondisi.

Akses Layanan Tepat: Sistem rujukan memastikan pasien mendapatkan perawatan di fasilitas yang tepat sesuai tingkat keparahan.

Pengendalian Komplikasi: Risiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung dapat dikurangi melalui pemantauan dan terapi berkelanjutan.

Program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat, tenaga medis, dan fasilitas kesehatan untuk menciptakan ekosistem kesehatan jantung yang terintegrasi.

Tips Memaksimalkan Layanan Skrining dan Rujukan

Agar manfaat program optimal, masyarakat disarankan untuk:

Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, minimal setiap 6–12 bulan.

Mencatat hasil skrining untuk memudahkan tenaga medis menilai tren kesehatan.

Mengikuti saran dokter dan edukasi kesehatan terkait pola makan, olahraga, dan manajemen stres.

Memastikan kepesertaan BPJS aktif untuk memudahkan akses rujukan dan layanan spesialistik.

Program Kesehatan Jantung Nasional Skrining Hipertensi dan Rujukan Tepat Waktu

Dengan kesadaran diri dan pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat, program ini diharapkan mampu menurunkan beban penyakit jantung dan hipertensi di Indonesia.

BPJS untuk Rehabilitasi Medik Fisioterapi Okupasi Terapi dan Syarat Layanan

Rehabilitasi medik merupakan bagian penting dari layanan kesehatan yang membantu pasien memulihkan fungsi tubuh,

BPJS untuk Rehabilitasi Medik Fisioterapi Okupasi Terapi dan Syarat Layanan

meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi lanjutan setelah cedera, penyakit kronis, atau operasi. Di Indonesia, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan rehabilitasi medik yang mencakup fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara, selama mengikuti syarat dan alur rujukan yang ditetapkan.

Layanan Rehabilitasi Medik BPJS

BPJS Kesehatan menanggung layanan rehabilitasi medik sebagai bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk peserta yang membutuhkan perawatan lanjutan. Layanan ini terbagi menjadi beberapa jenis, termasuk:

Fisioterapi: Terapi fisik untuk meningkatkan mobilitas, kekuatan otot, fleksibilitas, dan mengurangi nyeri. Biasanya diberikan untuk pasien pascaoperasi, stroke, cedera olahraga, atau gangguan muskuloskeletal.

Okupasi Terapi: Terapi yang fokus pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) untuk pasien dengan keterbatasan fungsi fisik atau neurologis. Contohnya pasien pasca stroke, cedera saraf, atau kondisi kronis yang membatasi aktivitas harian.

Terapi Wicara: Layanan untuk pasien dengan gangguan bicara atau bahasa akibat stroke, cedera otak, atau keterlambatan perkembangan pada anak.

Syarat dan Alur Layanan BPJS Rehabilitasi Medik

Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi medik melalui BPJS, peserta harus mengikuti beberapa syarat dan prosedur:

Kepesertaan Aktif BPJS: Pastikan status kepesertaan aktif dan iuran dibayar tepat waktu.

Rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): Peserta harus terlebih dahulu diperiksa di puskesmas atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS. Dokter akan menilai apakah pasien memerlukan layanan rehabilitasi medik.

Surat Rujukan: Jika diperlukan, FKTP akan mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit atau klinik rehabilitasi yang bekerja sama dengan BPJS.

Pelayanan di Fasilitas Rujukan: Pasien dapat menerima fisioterapi, terapi okupasi, atau terapi wicara sesuai indikasi medis. Durasi dan frekuensi terapi biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien dan rekomendasi tenaga medis.

Kontrol dan Evaluasi: Setelah sesi terapi, pasien dapat kembali ke FKTP atau fasilitas rujukan untuk evaluasi progres, perpanjangan terapi, atau tindak lanjut lainnya.

Manfaat Rehabilitasi Medik bagi Peserta BPJS

Mengikuti program rehabilitasi medik BPJS memberikan berbagai manfaat bagi pasien, antara lain:

Pemulihan Fisik Optimal: Fisioterapi membantu mempercepat pemulihan mobilitas dan kekuatan otot.

Kemandirian Pasien: Terapi okupasi memungkinkan pasien menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Peningkatan Kualitas Hidup: Terapi wicara dan rehabilitasi komprehensif membantu pasien berkomunikasi dengan lebih baik dan menyesuaikan diri secara sosial.

Biaya Terjangkau: Selama mengikuti prosedur BPJS, layanan rehabilitasi ditanggung sepenuhnya sesuai ketentuan JKN, sehingga pasien tidak perlu khawatir soal biaya tinggi.

Tips Memaksimalkan Layanan Rehabilitasi BPJS

Agar terapi rehabilitasi berjalan efektif, peserta BPJS disarankan untuk:

Menyediakan dokumen kepesertaan BPJS dan surat rujukan saat berobat.

Menjalani terapi sesuai jadwal dan instruksi tenaga medis.

Mencatat progres harian atau mingguan untuk evaluasi hasil terapi.

Berkomunikasi secara aktif dengan terapis mengenai keluhan atau kendala selama proses rehabilitasi.

BPJS untuk Rehabilitasi Medik Fisioterapi Okupasi Terapi dan Syarat Layanan

Dengan mengikuti prosedur yang benar dan memanfaatkan layanan BPJS secara optimal, pasien dapat memperoleh manfaat maksimal dari rehabilitasi medik, baik dari segi pemulihan fungsi tubuh maupun kualitas hidup sehari-hari.

RS Premier Surabaya Jawa Timur Layanan BPJS dan Poli Rujukan Populer

RS Premier Surabaya, yang berlokasi di Jawa Timur merupakan salah satu rumah sakit swasta unggulan yang melayani pasien BPJS Kesehatan.

RS Premier Surabaya Jawa Timur Layanan BPJS dan Poli Rujukan Populer

Rumah sakit ini menjadi pusat rujukan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, khususnya bagi pasien yang membutuhkan layanan spesialistik dan subspesialistik. Dengan fasilitas modern, dokter berpengalaman, serta sistem pelayanan terintegrasi, RS Premier Surabaya mampu memberikan layanan kesehatan berkualitas sesuai standar JKN.

Layanan BPJS Kesehatan di RS Premier Surabaya

Sebagai rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, RS Premier Surabaya menyediakan berbagai layanan yang ditanggung oleh JKN, mulai dari rawat jalan hingga rawat inap. Layanan ini mencakup:

Rawat Jalan BPJS: Pemeriksaan awal di poli spesialis dan subspesialis sesuai rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Rawat Inap: Penanganan pasien yang membutuhkan perawatan lebih intensif, baik untuk kasus medis umum maupun kasus kompleks.

Tindakan Medis dan Operasi: Persalinan normal, operasi caesar, prosedur bedah umum, kardiologi, ortopedi, dan tindakan medis lainnya sesuai indikasi.

Seluruh pasien BPJS dapat memanfaatkan layanan ini dengan mengikuti alur rujukan resmi agar pembiayaan ditanggung sepenuhnya oleh program JKN.

Poli Rujukan Populer di RS Premier Surabaya

RS Premier Surabaya memiliki sejumlah poli spesialis yang sering menjadi rujukan utama bagi pasien BPJS, di antaranya:

  • Poli Kebidanan dan Kandungan: Menangani kehamilan risiko tinggi, persalinan normal dan caesar, serta pemeriksaan rutin ibu hamil.
  • Poli Anak: Memberikan layanan imunisasi, pemeriksaan tumbuh kembang, dan penanganan penyakit anak.
  • Poli Penyakit Dalam: Melayani pasien dengan kondisi kronis seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan metabolik.
  • Poli Bedah Umum dan Ortopedi: Menangani kasus trauma, operasi ringan hingga kompleks, serta rehabilitasi pascaoperasi.
  • Poli Kardiologi: Penanganan penyakit jantung, hipertensi, dan pemeriksaan diagnostik kardiovaskular.

Poli-poliklinik ini menjadi tujuan rujukan populer karena kapasitas tenaga medis yang berkompeten dan fasilitas medis yang lengkap.

Alur Rujukan BPJS di RS Premier Surabaya

Alur rujukan bagi peserta BPJS mengikuti prinsip berjenjang:

FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama): Pasien melakukan pemeriksaan awal di puskesmas, klinik, atau praktik dokter yang bekerja sama dengan BPJS.

Rujukan ke RS Premier Surabaya: Jika ditemukan indikasi medis yang memerlukan pemeriksaan spesialistik atau tindakan lebih lanjut, FKTP mengeluarkan surat rujukan resmi.

Pelayanan Lanjutan: Pasien mendapatkan pemeriksaan, tindakan medis, atau rawat inap sesuai kebutuhan medis oleh dokter spesialis dan subspesialis di RS Premier.

Kontrol Pasca Perawatan: Setelah tindakan atau perawatan selesai, pasien dapat kembali ke FKTP untuk tindak lanjut, kontrol rutin, atau pemantauan kesehatan.

Prosedur rujukan ini memastikan pasien mendapatkan pelayanan terintegrasi dan aman, sekaligus memaksimalkan manfaat BPJS Kesehatan.

Fasilitas Penunjang Medis

RS Premier Surabaya memiliki fasilitas penunjang medis yang modern dan terstandar, antara lain:

Instalasi radiologi (X-Ray, USG, CT Scan) untuk mendukung diagnosa akurat.

Laboratorium lengkap untuk pemeriksaan hematologi, biokimia, dan mikrobiologi.

Instalasi gawat darurat 24 jam untuk menangani kondisi kritis.

Ruang rawat inap dengan berbagai kelas sesuai ketentuan JKN.

Fasilitas ini membantu rumah sakit memberikan pelayanan cepat, aman, dan nyaman bagi pasien BPJS maupun umum.

Kontribusi RS Premier Surabaya bagi Masyarakat

Dengan layanan BPJS yang terintegrasi dan poli rujukan populer yang lengkap,

RS Premier Surabaya berperan penting dalam sistem kesehatan Jawa Timur.

Rumah sakit ini tidak hanya memberikan akses layanan medis berkualitas, tetapi juga membantu menurunkan risiko komplikasi penyakit melalui pemeriksaan awal dan penanganan tepat waktu.

RS Premier Surabaya Jawa Timur Layanan BPJS dan Poli Rujukan Populer

Keberadaan RS Premier Surabaya memberikan solusi bagi pasien yang membutuhkan layanan spesialistik yang profesional, aman, dan terjangkau melalui BPJS Kesehatan, menjadikannya salah satu rumah sakit swasta terpercaya di Surabaya.