Penyakit jantung dan hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia.
Untuk menekan angka kejadian penyakit kardiovaskular, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Kesehatan Jantung Nasional.
Program Kesehatan Jantung Nasional Skrining Hipertensi dan Rujukan Tepat Waktu
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, mendeteksi risiko sejak dini, dan memastikan pasien mendapatkan rujukan medis yang tepat dan cepat.
Pentingnya Skrining Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak selalu terasa, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan serangan jantung. Skrining hipertensi secara rutin menjadi langkah utama dalam pencegahan penyakit jantung.
Program Kesehatan Jantung Nasional menekankan skrining tekanan darah di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk:
Puskesmas dan Klinik Terdekat: Memudahkan masyarakat melakukan pemeriksaan rutin tanpa harus jauh ke rumah sakit besar.
Fasilitas Kesehatan Sekolah dan Perusahaan: Skrining massal untuk mendeteksi risiko pada kelompok usia produktif.
Program Mobile Health dan Posbindu PTM: Layanan keliling yang menjangkau daerah terpencil untuk mendeteksi hipertensi dan faktor risiko jantung.
Hasil skrining ini menjadi dasar untuk tindakan preventif, edukasi kesehatan, dan rujukan jika ditemukan indikasi hipertensi atau risiko penyakit jantung lainnya.
Alur Rujukan Tepat Waktu
Deteksi dini melalui skrining hipertensi tidak cukup jika pasien tidak mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Program Kesehatan Jantung Nasional menekankan alur rujukan berjenjang agar pasien mendapatkan layanan spesialistik sesuai kebutuhan:
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): Pasien menjalani pemeriksaan awal, edukasi kesehatan, dan pemantauan tekanan darah.
Rujukan ke Rumah Sakit Spesialis Jantung: Jika ditemukan hipertensi berat, gagal jantung, atau komplikasi lain, FKTP mengeluarkan surat rujukan resmi.
Penanganan Spesialistik: Rumah sakit melakukan pemeriksaan lanjutan seperti elektrokardiogram (EKG), echocardiografi, laboratorium darah, atau tindakan medis seperti terapi obat jantung atau intervensi bedah bila diperlukan.
Tindak Lanjut: Pasien kembali ke FKTP atau layanan rawat jalan untuk pemantauan rutin, penyesuaian terapi, dan edukasi berkelanjutan.
Rujukan tepat waktu menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius, meningkatkan efektivitas terapi, dan menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung.
Manfaat Program Kesehatan Jantung Nasional
Melalui skrining hipertensi dan sistem rujukan yang terstruktur, program ini memberikan manfaat signifikan:
Deteksi Dini: Hipertensi dan faktor risiko jantung lainnya dapat diketahui sejak awal.
Tindakan Preventif: Pasien dapat menerima edukasi, perubahan gaya hidup, dan terapi medis sesuai kondisi.
Akses Layanan Tepat: Sistem rujukan memastikan pasien mendapatkan perawatan di fasilitas yang tepat sesuai tingkat keparahan.
Pengendalian Komplikasi: Risiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung dapat dikurangi melalui pemantauan dan terapi berkelanjutan.
Program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat, tenaga medis, dan fasilitas kesehatan untuk menciptakan ekosistem kesehatan jantung yang terintegrasi.
Tips Memaksimalkan Layanan Skrining dan Rujukan
Agar manfaat program optimal, masyarakat disarankan untuk:
Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, minimal setiap 6–12 bulan.
Mencatat hasil skrining untuk memudahkan tenaga medis menilai tren kesehatan.
Mengikuti saran dokter dan edukasi kesehatan terkait pola makan, olahraga, dan manajemen stres.
Memastikan kepesertaan BPJS aktif untuk memudahkan akses rujukan dan layanan spesialistik.
Program Kesehatan Jantung Nasional Skrining Hipertensi dan Rujukan Tepat Waktu
Dengan kesadaran diri dan pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat, program ini diharapkan mampu menurunkan beban penyakit jantung dan hipertensi di Indonesia.
